A.
METODE CERAMAH
a. Kelebihan
Metode Ceramah
1. Dapat menampung
kelas besar, tiap siswa mempunyai kesempatan yang sama untuk mendengarkan, dan
karenanya biaya yang diperlukan menjadi relatif lebih murah.
2. Konsep yang
disajikan secara hirarki akan memberikan fasilitas belajar kepada siswa.
3. Guru dapat memberi
tekanan terhadap hal-hal yang penting hingga waktu dan energi dapat digunakan
sebaik mungkin.
4. Kekurangan atau
tidak adanya buku pelajaran dan alat bantu pelajaran, tidak menghambat
terlaksananya pelajaran dengan ceramah.
5. Guru mudah
menguasai kelas.
6. Mudah mengorganisasikan tempat duduk / kelas.
7. Dapat diikuti oleh jumlah siswa yang besar.
8. Mudah mempersiapkan
dan melaksanakannya.
10. Lebih ekonomis dalam hal waktu.
11. Memberi kesempatan pada guru untuk
menggunakan pengalaman, pengetahuan dan kearifan.
12. Dapat menggunakan bahan pelajaran yang luas
13. Membantu siswa untuk mendengar secara akurat, kritis, dan penuh perhatian.
14. Jika digunakan dengan tepat maka akan dapat menstimulasikan dan
meningkatkan keinginan belajar siswa dalam bidang akademik.
15. Dapat menguatkan bacaan dan belajar siswa
dari beberapa sumber lain
b. Kekurangan
Metode Ceramah
1. Pelajaran berjalan
membosankan dan siswa-siswa menjadi pasif, karena tidak berkesempatan untuk
menemukan sendiri oleh konsep yang diajarkan. Sisawa hanya aktif membuat
catatan saja.
2. Kepadatan
konsep-konsep yang diberikan dapat berakibat siswa tidak mampu menguasai bahan
yang diajarkan.
3. Pengetahuan yang
diperoleh melaui ceramah lebih cepat terlupakan.
4. Ceramah menyebabkan
belajar siswa menjadi “Belajar Menghafal” yang tidak mengakibatkan timbulnya
pengertian.
5. Mudah menjadi
verbalisme.
6. Yang visual menjadi rugi, dan yang auditif
(mendengarkan) yang benar-benar menerimanya.
7. Bila selalu digunakan dan terlalu digunakan dapat
membuat bosan.
8. Keberhasilan metode ini sangat bergantung pada
siapa yang menggunakannya.
9. Cenderung membuat
siswa pasif
B. METODE
TANYA JAWAB
a. Kelebihan
metode tanya jawab
1. peserta didik dapat mengembangkan
keberanian dan ketrampilan dalam menjawab dan mengemukakan pendapat.
2. Pertanyaan yang dilontarkan dapat
menarik dan memusatkan perhatian peserta didik, sekalipun ketika itu peserta
didik sedang rebut.
3. Merangsang peserta didik untuk berlatih
mengembangkan daya pikir, termasuk daya ingatan.
4. pertanyaan yang jelas lebih mudah dipahami
peserta didik.
5. Situasi kelas menjadi hidup/dinamis, karena siswa
aktif berpikir dan memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan.
6. Melatih siswa agarberani mengemukakan pendapat
secara argumentatif dan bertanggung jawab.
7. Mengetahui perbedaan pendapat antar siswa dan
guru yang dapat membawa ke arah diskusi yang positif.
8. Membangkitkan semangat belajar dan daya saing
yang sehat diantara siswa.
9. Dapat mengukur batas kemampuan dan penguasaan
siswa terhadap pelajaran yang telah diberikan.
b. Kekurangan
metode tanya jawab
1. banyak waktu terbuang,
2. apabila peserta didik tidak siap, maka peserta
didik merasa takut, dan apalagi bila guru kurang dapat mendorong peserta didik,
maka peserta didik juga menjadi tidak berani untuk bertanya.
3. terbatasnya jumlah waktu untuk memberikan
pertanyaan kepada setiap peserta didik.
4. Bila terjadi perbedaan pendapat, akan banyak
menyita waktu untuk menyelesaikannya. Bahkan perbedaan pendapat antar guru dan
siswa dapat menjurus kepada negatif, dimana siswa menyalahkan guru, dan ini
besar risikonya.
5. Tanya jawab dapat menimbulkan penyimpangan dari
pokok persoalan/materi pelaharan, hal ini terjadi jika guru tidak dapat
mengendalikan jawaban atas segala pertanyaan siswanya.
6. Tidak cepat merangkum bahan pelajaran
7. Tanya jawab akan dapat membosankan jika yang
ditanyakan tidak ada variasi
C. METODE
DISKUSI
a. Kebaikan
metode diskusi
1. Dapat memperluas
wawasan peserta didik.
2. Dapat merangsang
kreativitas peserta didik dalam memunculkan ide dalam memecahkan suatu masalah,
3. Dapat mengembangkan
sikap menghargai pendapat orang lain,
4. Dapat menumbuhkan
partisipasi peserta didik menjadi lebih aktif.
5. Suasana kelas lebih hidup, sebab siswa
mengarahkan perhatian ataupikirannya kepada masalah yang sedang didiskusikan.
6. Dapat menaikan prestasi kepribadian individu,
seperti: sikap toleransi,demokrasi, berpikir kritis, sistematis, sabar dan
sebagainya.
7. Kesimpulan hasil diskusi mudah dipahami siswa,
karena mereka mengikutiproses berpikir sebelum sampai kepada suatu kesimpulan.
8. Siswa dilatih belajar untuk mematuhi
peraturan-peraturan dan tata tertiblayaknya dalam suatu musyawarah.
9. Membantu murid untuk mengambil keputusan yang
lebih baik.
10. Tidak
terjebak kedalam pikiran individu yang kadang-kadang salah, penuhprasangka dan
sempit. Dengan diskusi seseorang dapat
mempertimbangkanalasan-alasan/pikiran-pikiran orang lain
b. Kekurangan
metode diskusi
1. Kemungkin besar
diskusi akan dikuasai oleh peserta didik yang suka berbicara atau ingin
menonjolkan diri,
2. Tidak dapat dipakai
pada kelompok yang besar,
3. Peserta mendapat
informasi yang terbatas,
4. Menyerap waktu yang
cukup banyak,
5. Tidak semua guru
memahami cara peserta didik melakukan diskusi.
6. Kadang-kadang bisa terjadi adanya pandangan dari
berbagai sudut bagimasalah yang dipecahkan, bahkan mungkin pembicaraan
menjadimenyimpang, sehingga memerlukan waktu yang panjang.
7. Dalam diskusi menghendaki pembuktian logis, yang
tidak terlepas dari fakta-fakta; dan tidak merupakan jawaban yang hanya dugaan
atau coba-coba saja.
8. Tidak dapat dipakai pada kelompok yang besar.
9. Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih
formal.
D. METODE
RESITASI/ PEMBAGIAN TUGAS
a. Kelebihan
Metode Resitasi
1. Pengetahuan siswa
akan lebih luas dan sifat verbalismenya akan semakin berkurang.
2. Siswa lebih
mendalami dan menglami sediri pengetahuan yang di carinya, sehingga pengetahuan
itu akan tinggal lama dalam ingatan jiwanya.
3. Lebih merangsang
siswa dalam melakukan aktifitas belajar individu atau kelompok.
4. Dapat mengembangkan
kemandirian siswa diluar pengawasan guru.
5. Dapat menumbuhkan
kreatifitas, usaha, tanggung jawab, dan sikap mandiri siswa, serta memperkaya
pengetahuan dan pengalaman siswa.
6. Pengetahuan yang
anak didik peroleh dari hasil belajar sendiri akan dapat diingatkan lebih lama.
7. Anak didik
berkesempatan memupuk perkembangan dan keberaniaan mengambil inisiatif,
bertanggung jawab, dan berdiri sendiri
b. Kelemahan
Metode Resitasi (tugas),
1. Siswa sulit
dikontrol, apakah benar ia mengerjakan tugas atau orang lain yang mengerjakan.
2. Sulit memerikan
tugas yang sesuai dengan masing-masing individu.
3. Khusus untuk tugas
kelompok tidak jarang yang aktif mengerjkan dan menjelasakan hanyalah anggota
tertentu saja, sedangkan anggota yang lain tidak ikut berpartisipasi dengan
baik.
4. Sering memberikan
tugas yang monoton, dan menimbulkan kebosanan.
5. Penggunaan metode
resitasi (tugas) dalam meningkatkan kesiapan dan hasil mata pelajaran
Sosiologi.
6. Terkadang anak
didik melakukan penipuan di mana anak didik hanya meniru hasil pekerjaan
temannya tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri.
7. Terkadang tugas
dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan
8. Sukar memberikan
tugas yang memenuhi perbedaan individual
E. METODE
DEMONSTRASI DAN EKSPERIMEN
a. Kelebihannya
1. Perhatian anak
didik dapat di pusatkan, dan titik berat yang di anggap penting oleh guru dapat
di amati
2. Perhatian anak
didik akan lebih terpusat pada apa yang di Demonstrasikan, jadi proses anak
didik akan lebih terarah dan akan mengurangi perhatian anak didik kepada
masalah lain
3. Dapat merangsang
siswa untuk lebih aktif dalam mengikuti proses belajar
4. Dapat menambah
pengalaman anak didik
5. Bisa membantu siswa
ingat lebih lama tentang materi yang di sampaikan
6. Dapat mengurangi
kesalah pahaman karna pengajaran lebih jelas dan kongkrit
7. Dapat menjawab
semua masalah yang timbul di dalam pikiran setiap siswa karna ikut serta
berperan secara langsung.
8. Menambah keaktifan
untuk berbuat dan memecahkan sendiri sebuah permasalahan
9. Dapat melaksanakan
metode ilmiah dengan baik
b. Kekurangannya
1. Memerlukan waktu
yang cukup banyak
2. Apabila terjadi
kekurangan media, metode demonstrasi menjadi kurang efesien
3. Memerlukan biaya
yang cukup mahal, terutama untuk membeli bahan-bahannya
4. Memerlukan tenaga
yang tidak sedikit
5. Apabila siswa tidak
aktif maka metode demonstran menjadi tidak efektif.
6. Tidak semua mata
pelajaran dapat menggunakan metode ini
7. Murid yang kurang
mempunyai daya intelektual yang kuat kurang baik hasilnya.
F. METODE
KERJA KELOMPOK
a. Kelebihan
:
1. Dapat memupuk nasa
kenjasama.
2. Suatu tugas yang
luas dapat segera diselesaikan.
3. Adanya persaingan
yang sebat.
4. Ditinjau dari segi
pedagogis, kegiatan kelompok akan dapat meningkatkan kualitas kepribadian
siswa, seperti adanya kerjasama, toleransi, berpikir kritis, dan disiplin.
5. Ditinjau dari segi
psikologis, timbul persaingan yang positif antar kelompok karena mereka bekerja
pada masing-masing kelompok.
6. Ditinjau dari segi
sosial, anak yang pandai dalam kelompok tersebut dapat membantu anak yang
kurang pandai dalam menyelesaikan tugas.
b. Kelemahan
:
1. Adanya
sifat-sifat pribadi yang ingin menonjolkan diri atau sebaliknya yang lemah
merasa rendah diri dan selalu tergantung kepada orang lain.
2. Bila
kecakapan tiap anggota tidak seimbang, akan rnenghambat kelancaran tugas, atau
didominasi oleh seseorang.
3. Terlalu
banyak persiapan-persiapan dan pengaturan yang kompleks dibanding dengan metode
lain.
4. Bilamana guru
(di sekolah) dan orang tua (di rumah) kurang mengontrol maka akan terjadi
persaingan yang negatif antar kelompok.
5. Tugas-tugas
yang diberikan kadang-kadang hanya dikerjakan oleh segelintir siswa yang cakap
dan rajin, sedangkan siswa yang malas akan menyerahkan tugas-tugasnya kepada
temannya dalam kelompok tersebut.
G. SOSIODRAMA
DAN BERMAIN PERAN/PERMAINAN
a. Kelebihan
metode sosiodrama
1. Melatih peserta didik untuk
berkreaktif dan berinisiatif.
2. Melatih peserta didik untuk memahami
sesuatu dan mencoba melakukannya.
3. Memupuk bakat peserta didik yang
memiliki bibit seni dengan baik melalui sosio drama yang sering dilakukannya
dalam metode ini.
4. Memupuk kerja sama antar teman dengan
lebih baik pula.
5. Membuat peserta didik merasa senang,
karena dapat terhibur oleh fragmen teman-temannya.
6. Dapat berkesan dengan kuat dan tahan
lama dalam ingatan siswa. Disamping merupakan pengaman yang menyenangkan yang
saling untuk dilupakan
7. Sangat menarik bagi siswa, sehingga
memungkinkan kelas menjadi dinamis dan penuh antusias.
8. Membangkitkan gairah dan semangat
optimisme dalam diri siswa serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan
kesetiakawanan sosial yang tinggi
9. Dapat menghayati peristiwa yang
berlangsung dengan mudah, dand apat memetik butir-butir hikmah yang terkandung
di dalamnya dengan penghayatan siswa sendiri.
10. Dimungkinkan dapat meningkatkan kemampuan profesional siswa,
dan dapat menumbuhkan / membuka kesempatan bagi lapangan kerja
b. Kekurangan
metode sosiodrama
1. Pada umumnya yang
aktif hanya yang berperan saja.
2. Cenderung dominan
unsur rekreasinya daripada kerjanya, karena untuk berlatih sosiodrama
memerlukan banyak waktu dan tenaga.
3. Membutuhkan ruang
yang cukup luas.
4. Sering mengganggu
kelas di sebelahnya.
5. Sosiodrama dan
bermain peranan memelrukan waktu yang relatif panjang/banyak
6. Memerlukan
kreativitas dan daya kreasi yang tinggi dari pihak guru maupun murid. Dan ini
tidak semua guru memilikinya
7. Kebanyakan siswa
yang ditunjuk sebagai pemeran merasa malu untuk memerlukan suatu adegan
tertentu
8. Apabila
pelaksanaan sosiodrama dan bermain pemeran mengalami kegagalan, bukan saja
dapat memberi kesan kurang baik, tetapi sekaligus berarti tujuan pengajaran
tidak tercapai
9. Tidak semua materi
pelajaran dapat disajikan melalui metode ini
10. Pada pelajaran agama masalah keimanan,
sulit disajikan melalui metode sosiodrama dan bermain peranan ini.
H. WISATA
a. Kelebihan
1. Siswa dapat
mengamati dan mempelajari objek secara langsung, misal jikalau berkunjung ke
hutan lindung mereka bisa melihat sendiri dan merasakan sendiri seperti apa
hutan lindung itu untuk mata pelajaran IPA, berkunjung ke museum mereka dapat
melihat secara langsung benda-benda peninggalan sejarah untuk mata pelajaran
sejarah atau IPS
2. Siswa dapat
menjawab dan memecahkan masalah-masalah dengan cara melihat, mencoba serta
membuktikan secara langsung suatu obyek yang dipelajari.
3. Siswa dapat pula
memperoleh informasi langsung dari pengelola hutan lindung atau museum terkait
dengan bidang mereka masing-masing tempat siswa ber karya wisata sehingga siswa
lebih peka dalam memahami objek yang mereka amati dan pelajari.
b. Kekurangan
1. Dalam karya wisata
perlu persiapan yang memerlukan perizinan serta banyak pihak yang ikut ambil
bagian di dalamnya.
2. Perlu dana yang
cukup agar terlaksananya karya wisata.
3. Perlu pengawasan
dan bimbingan dari pihak Guru.
Kelebihan&Kekurangan
Model Pembelajaran e-Learning
1. Kelebihan
e-learning
Kelebihannya yaitu peserta didik dapat merasa senang dan tidak bosan dengan materi yang diajarkan karena menggunakan alat bantu seperti video, audio dan juga dapat menggunakan alat bantu seperti komputer bagi sekolah yang sudah mempunyai peralatan komputer.
Kelebihannya yaitu peserta didik dapat merasa senang dan tidak bosan dengan materi yang diajarkan karena menggunakan alat bantu seperti video, audio dan juga dapat menggunakan alat bantu seperti komputer bagi sekolah yang sudah mempunyai peralatan komputer.
2. Kekurangan
e-learning
Guru banyak yang belum siap menggunakan metode e-learning dan masih
mengajar menggunakan metode ceramah serta belum terampil menggunakan fasilitas seperti video dan komputer.
Guru banyak yang belum siap menggunakan metode e-learning dan masih
mengajar menggunakan metode ceramah serta belum terampil menggunakan fasilitas seperti video dan komputer.
Kelebihan dan
Kekurangan Cooperative Learning
Kelebihan pembelajaran kooperatif dilihat dari aspek siswa, adalah memberi
peluang kepada siswa agar mengemukakan dan membahas suatu pandangan,
pengalaman, yang diperoleh siswa belajar secara bekerja sama dalam merumuskan
ke arah satu pandangan kelompok (Cilibert-Macmilan, 1993). Dengan melaksanakan
model pembelajaran cooperative learning. siswa memungkinkan dapat meraih
keberhasilan dalam belajar, di samping itu juga bisa melatih siswa untuk
memiliki keterampilan, baik keterampilan berpikir (thinking skill) maupun
keterampilan sosial (social skill) seperti keterampilan untuk mengemukakan
pendapat, menerima saran dan masukan dari orang lain, bekerjasama, rasa setia
kawan, dan mengurangi timbulnya perilaku yang menyimpang dalam kehidupan kelas
(Stahl 1994). Model pembelajaran ini memungkinkan siswa untuk mengembangkan
pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan secara penuh dalam suasana belajar
yang terbuka dan demokratis. Siswa bukan lagi sebagai objek pembelajaran namun
bisa juga berperan sebagai tutor bagi teman sebayanya. Selanjutnya menurut
Sharan (1990), siswa yang belajar dengan mengunakan metode pembelajaran
koperatif akan memiliki motivasi yang tinggi karena didorong dan didukung dari
rekan sebaya. Cooperative learning juga menghasilkan peningkatan kemampuan
akademik, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, membentuk hubungan
persahabatan, menimba berbagai informasi, belajar menggunakan sopan-santun,
rneningkatkan motivasi siswa memperbaiki sikap terhadap sekolah dan belajar
mengurangi tingkah laku yang kurang baik, serta membantu siswa dalam menghargai
pokok pikran orang lain (Johnson, 1993).
Stahl et.al (1994), mengemukakan bahwa melalui model cooperative learning siswa dapat memperoleh pengetahuan, kecakapan sebagai pertimbangan untuk berpikir dan menentukan serta berbuat dan berpartisipasi sosial. Selanjutnya Zaltman et.al ( 1972) mengemukakan bahwa siswa yang bersama-sama bekerja dalam kelompok akan menimbulkan persahabatan yang akrab, yang terbentuk dikalangan siswa. ternyara sangat berpengaruh pada tingkah laku atau kegiatan masing-masing secara individual Kerjasama antar siswa dalam kegiatan belajar menurut Menurut Santos (1983) dapat memberikan berbagai pengalaman.
Mereka lebih banyak mendapatkan kesempatan berbicara, inisiatif, menentukan pilihan dan secara umum mengembangkan kebiasaan yang baik Selanjutnya Jarolimek & Parker (1993) mengarakan kelebihan yang diperoleh dalam pembelajaran ini adalah sebagai berikut : 1) Saling ketergantungan yang positif; 2). Adanya pengakuan dalam merespon perbedaan individu; 3) Siswa dilibatkan daiam perencanaan dan pengelolaan kelas; 4) Suasana kelas yang rileks dan menyenanakan; 5 Terjalinnya hubungan yang hangat dan bersahabat antara siswa dengan guru; dan 6) Memiliki banyak kesempatan untuk mengekspresikan pengalaman emosi yang menyenangkan. (2) Kekurangan Cooperative Learning.
Stahl et.al (1994), mengemukakan bahwa melalui model cooperative learning siswa dapat memperoleh pengetahuan, kecakapan sebagai pertimbangan untuk berpikir dan menentukan serta berbuat dan berpartisipasi sosial. Selanjutnya Zaltman et.al ( 1972) mengemukakan bahwa siswa yang bersama-sama bekerja dalam kelompok akan menimbulkan persahabatan yang akrab, yang terbentuk dikalangan siswa. ternyara sangat berpengaruh pada tingkah laku atau kegiatan masing-masing secara individual Kerjasama antar siswa dalam kegiatan belajar menurut Menurut Santos (1983) dapat memberikan berbagai pengalaman.
Mereka lebih banyak mendapatkan kesempatan berbicara, inisiatif, menentukan pilihan dan secara umum mengembangkan kebiasaan yang baik Selanjutnya Jarolimek & Parker (1993) mengarakan kelebihan yang diperoleh dalam pembelajaran ini adalah sebagai berikut : 1) Saling ketergantungan yang positif; 2). Adanya pengakuan dalam merespon perbedaan individu; 3) Siswa dilibatkan daiam perencanaan dan pengelolaan kelas; 4) Suasana kelas yang rileks dan menyenanakan; 5 Terjalinnya hubungan yang hangat dan bersahabat antara siswa dengan guru; dan 6) Memiliki banyak kesempatan untuk mengekspresikan pengalaman emosi yang menyenangkan. (2) Kekurangan Cooperative Learning.
Kekurangan
model pembelajaran cooperative learning bersumber pada dua faktor yaitu faktor
dari dalam (intern) dan faktor dari luar (ekstern). Faktor dari dalam yaitu
sebagai berikut: 1) Guru harus mempersiapkan pembelajaran secara matang,
disamping itu memerlukan lebih banyak tenaga, pemikran dan
waktu; 2) Agar proses pembelajaran berjalan dengan lancar
maka dibutuhkan dukungan fasilitas, alat dan biaya yang cukup memadai; 3)
Selama kegiatan diskusi kelompok berlangsung, ada kecenderungan topik
permasalahan yang sedang dibahas meluas. Sehingga banyak yang tidak sesuai
dengan waktu yang telah ditentukan; 4) Saat diskusi kelas, terkadang didominasi
oleh seseorang, hal ini mengakibatkan siswa yang lain menjadi pasip..Faktor
dari luar erat kaitannya dengan kebijakan pemerintah yaitu padamya kurikulum
pembelajaran sejarah, selain itu pelaksanaan tes yang terpusat seperti UN/UNAS
sehingga kegiatan belajar mengajar di kelas cenderung dipersiapkan untuk
keberhasilan perolehan UN/UNAS.
Kelebihan dan Kelemahan Pembelajaran Tematik
Menurut
Kunandar (2007:315), Pembelajaran tematik mempunyai kelebihan yakni:
1.
Menyenangkan
karena berangkat dari minat dan kebutuhan peserta didik.
2.
Memberikan
pengalaman dan kegiatan belajar mengajar yang relevan dengan tingkat
perkembangan dan kebutuhan peserta didik.
3.
Hasil
belajar dapat bertahan lama karena lebih berkesan dan bermakna.
4.
Mengembangkan
keterampilan berpikir peserta didiksesuai dengan persoalan yang dihadapi.
5.
Menumbuhkan
keterampilan sosial melalui kerja sama
6.
Memiliki
sikap toleransi, komunikasi dan tanggap terhadap gagasan orang lain.
7.
Menyajikan
kegiatan yang bersifat nyata sesuai dengan persoalan yang dihadapi dalam
lingkungan peserta didik.
Selain
kelebihan di atas pembelajaran tematik memiliki beberapa kelemahan. Kelemahan
pembelajaran tematik tersebut terjadi apabila dilakukan oleh guru tunggal.
Misalnya seorang guru kelas kurang menguasai secara mendalam penjabaran tema
sehingga dalam pembelajaran tematik akan merasa sulit untuk mengaitkan tema
dengan mateti pokok setiap mata pelajaran. Di samping itu, jika skenario
pembelajaran tidak menggunakan metode yang inovatif maka pencapaian Standar
Kompetensi dan Kompetensi Dasar tidak akan tercapai karena akan menjadi sebuah
narasi yang kering tanpa makna.
Kelebihan dan
kekurangan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw
Kelebihan
metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw:
1. Dapat
mengembangkan hubungan antar pribadi posistif diantara
2. siswa
yang memiliki kemampuan belajar berbeda
3. Menerapka
bimbingan sesama teman
4. Rasa
harga diri siswa yang lebih tinggi
5. Memperbaiki
kehadiran
6. Penerimaan
terhadap perbedaan individu lebih besar
7. Sikap
apatis berkurang
8. Pemahaman
materi lebih mendalam
9. Meningkatkan
motivasi belajar
Kelemahan
metode kooperatif jigsaw
1. Jika
guru tidak meningkatkan agar siswa selalu menggunakan ketrampilan-ketrampilan
kooperatif dalam kelompok masingmasing maka dikhawatirkan kelompok akan macet
2. Jika
jumlah anggota kelompok kurang akan menimbulkan masalah, misal jika ada anggota
yang hanya membonceng dalam menyelesaikan tugas-tugas dan pasif dalam diskusi
3. Membutuhkan
waktu yang lebih lama apalagi bila ada penataan ruang belum terkondisi dengan
baik , sehingga perlu waktu merubah posisi yang dapat juga menimbulkan gaduh.
Fasilitator juga dapat mengatur strategi jigsaw dengan dua cara:
Pengelompokkan Homogen
Instruksi: Kelompokkan para peserta yang memiliki kartu nomor yang sama. Misalnya, para peserta akan diorganisir ke dalam kelompok diskusi berdasarkan apa yang mereka baca. Oleh karena itu, semua peserta yang membaca Bab 1, Bab 2, dst, akan ditempatkan di kelompok yang sama.
Sediakanlah empat kertas lipat, lipatlah masing-masing menjadi dua menjadi papan nama, berilah nomor 1 sampai 4 dan letakkanlah di atas meja.
Kelebihan: Pengelompokan semacam ini memungkinkan peserta berbagi perspektif yang berbeda tantang bacaan yang sama, yang secara potensial diakibatkan oleh pemahaman yang lebih mendalam terhadap salah satu bab. Potensi yang lebih besar untuk memunculkan proses analisis daripada hanya sekedar narasi sederhana.
Kelemahan: fokusnya sempit (satu bab) dan kemungkinan akan berlebihan.
Pengelompokkan Hiterogen
Instruksi: Tempatkan para peserta yang memiliki nomor yang berbeda-beda untuk duduk bersama. Misalnya, setiap kelompok diskusi kemungkinan akan terdiri atas 4 individu: satu yang telah membaca Bab 1, satu yang telah membaca Bab 2, dsb.
Sediakanlah empat kertas lipat, lipatlah masing-masing menjadi dua menjadi papan nama, berilah nomor 1 sampai 4 dan letakkanlah di setiap meja. Biarkan para peserta mencari tempatnya sendiri sesuai bab yang telah mereka baca berdasarkan “siapa cepat ia dapat”.
Kelebihan: Memungkinkan “peer instruction” dan pengumpulan pengetahuan, memberikan peserta informasi dari bab-bab yang tidak mereka baca.
Kelemahan: Apabila satu peserta tidak membaca tugasnya, informasi tersebut tidak dapat dibagi/ didiskusikan. Potensi untuk pembelajaran yang naratif (bukan interpretatif) dalam berbagi informasi.
Pengelompokkan Homogen
Instruksi: Kelompokkan para peserta yang memiliki kartu nomor yang sama. Misalnya, para peserta akan diorganisir ke dalam kelompok diskusi berdasarkan apa yang mereka baca. Oleh karena itu, semua peserta yang membaca Bab 1, Bab 2, dst, akan ditempatkan di kelompok yang sama.
Sediakanlah empat kertas lipat, lipatlah masing-masing menjadi dua menjadi papan nama, berilah nomor 1 sampai 4 dan letakkanlah di atas meja.
Kelebihan: Pengelompokan semacam ini memungkinkan peserta berbagi perspektif yang berbeda tantang bacaan yang sama, yang secara potensial diakibatkan oleh pemahaman yang lebih mendalam terhadap salah satu bab. Potensi yang lebih besar untuk memunculkan proses analisis daripada hanya sekedar narasi sederhana.
Kelemahan: fokusnya sempit (satu bab) dan kemungkinan akan berlebihan.
Pengelompokkan Hiterogen
Instruksi: Tempatkan para peserta yang memiliki nomor yang berbeda-beda untuk duduk bersama. Misalnya, setiap kelompok diskusi kemungkinan akan terdiri atas 4 individu: satu yang telah membaca Bab 1, satu yang telah membaca Bab 2, dsb.
Sediakanlah empat kertas lipat, lipatlah masing-masing menjadi dua menjadi papan nama, berilah nomor 1 sampai 4 dan letakkanlah di setiap meja. Biarkan para peserta mencari tempatnya sendiri sesuai bab yang telah mereka baca berdasarkan “siapa cepat ia dapat”.
Kelebihan: Memungkinkan “peer instruction” dan pengumpulan pengetahuan, memberikan peserta informasi dari bab-bab yang tidak mereka baca.
Kelemahan: Apabila satu peserta tidak membaca tugasnya, informasi tersebut tidak dapat dibagi/ didiskusikan. Potensi untuk pembelajaran yang naratif (bukan interpretatif) dalam berbagi informasi.
Metode Ceramah
(Preaching Method)
Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan saecara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Muhibbin Syah, (2000). Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis untuk menyampaikan informasi, dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham siswa.
Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan saecara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Muhibbin Syah, (2000). Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis untuk menyampaikan informasi, dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham siswa.
Beberapa
kelebihan metode ceramah adalah :
a. Guru mudah menguasai kelas.
b. Guru mudah menerangkan bahan pelajaran berjumlah besar
c. Dapat diikuti anak didik dalam jumlah besar.
d. Mudah dilaksanakan (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)
Beberapa kelemahan metode ceramah adalah :
a. Membuat siswa pasif
b. Mengandung unsur paksaan kepada siswa
c. Mengandung daya kritis siswa ( Daradjat, 1985)
d. Anak didik yang lebih tanggap dari visi visual akan menjadi rugi dan anak didik yang lebih tanggap auditifnya dapat lebih besar menerimanya.
e. Sukar mengontrol sejauhmana pemerolehan belajar anak didik.
f. Kegiatan pengajaran menjadi verbalisme (pengertian kata-kata).
g. Bila terlalu lama membosankan.(Syaiful Bahri Djamarah, 2000)
a. Guru mudah menguasai kelas.
b. Guru mudah menerangkan bahan pelajaran berjumlah besar
c. Dapat diikuti anak didik dalam jumlah besar.
d. Mudah dilaksanakan (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)
Beberapa kelemahan metode ceramah adalah :
a. Membuat siswa pasif
b. Mengandung unsur paksaan kepada siswa
c. Mengandung daya kritis siswa ( Daradjat, 1985)
d. Anak didik yang lebih tanggap dari visi visual akan menjadi rugi dan anak didik yang lebih tanggap auditifnya dapat lebih besar menerimanya.
e. Sukar mengontrol sejauhmana pemerolehan belajar anak didik.
f. Kegiatan pengajaran menjadi verbalisme (pengertian kata-kata).
g. Bila terlalu lama membosankan.(Syaiful Bahri Djamarah, 2000)
Metode diskusi
( Discussion method )
Muhibbin Syah ( 2000 ), mendefinisikan bahwa metode diskusi adalah metode mengajar yang sangat erat hubungannya dengan memecahkan masalah (problem solving). Metode ini lazim juga disebut sebagai diskusi kelompok (group discussion) dan resitasi bersama ( socialized recitation ).
Metode diskusi diaplikasikan dalam proses belajar mengajar untuk :
a. Mendorong siswa berpikir kritis.
b. Mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara bebas.
c. Mendorong siswa menyumbangkan buah pikirnya untuk memcahkan masalah bersama.
d. Mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa alternatif jawaban untuk memecahkan masalah berdsarkan pertimbangan yang seksama.
Kelebihan metode diskusi sebagai berikut :
a. Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan
b. Menyadarkan ank didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga dapat diperoleh keputusan yang lebih baik.
c. Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya dan membiasakan bersikap toleransi. (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)
Kelemahan metode diskusi sebagai berikut :
a. tidak dapat dipakai dalam kelompok yang besar.
b. Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas.
c. Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara.
d. Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)
Muhibbin Syah ( 2000 ), mendefinisikan bahwa metode diskusi adalah metode mengajar yang sangat erat hubungannya dengan memecahkan masalah (problem solving). Metode ini lazim juga disebut sebagai diskusi kelompok (group discussion) dan resitasi bersama ( socialized recitation ).
Metode diskusi diaplikasikan dalam proses belajar mengajar untuk :
a. Mendorong siswa berpikir kritis.
b. Mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara bebas.
c. Mendorong siswa menyumbangkan buah pikirnya untuk memcahkan masalah bersama.
d. Mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa alternatif jawaban untuk memecahkan masalah berdsarkan pertimbangan yang seksama.
Kelebihan metode diskusi sebagai berikut :
a. Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan
b. Menyadarkan ank didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga dapat diperoleh keputusan yang lebih baik.
c. Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya dan membiasakan bersikap toleransi. (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)
Kelemahan metode diskusi sebagai berikut :
a. tidak dapat dipakai dalam kelompok yang besar.
b. Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas.
c. Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara.
d. Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)
Metode
demontrasi ( Demonstration method )
Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan. Muhibbin Syah ( 2000).
Metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan sesuatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran. Syaiful Bahri Djamarah, ( 2000).
Manfaat psikologis pedagogis dari metode demonstrasi adalah :
a. Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan .
b. Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari.
c. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa (Daradjat, 1985)
Kelebihan metode demonstrasi sebagai berikut :
a. Membantu anak didik memahami dengan jelas jalannya suatu proses atu kerja suatu benda.
b. Memudahkan berbagai jenis penjelasan .
c. Kesalahan-kesalahan yeng terjadi dari hasil ceramah dapat diperbaiki melaui pengamatan dan contoh konkret, drngan menghadirkan obyek sebenarnya (Syaiful Bahri Djamarah, 2000).
Kelemahan metode demonstrasi sebagai berikut :
a. Anak didik terkadang sukar melihat dengan jelas benda yang akan dipertunjukkan.
b. Tidak semua benda dapat didemonstrasikan
c. Sukar dimengerti bila didemonstrasikan oleh guru yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan (Syaiful Bahri Djamarah, 2000).
Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan. Muhibbin Syah ( 2000).
Metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan sesuatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran. Syaiful Bahri Djamarah, ( 2000).
Manfaat psikologis pedagogis dari metode demonstrasi adalah :
a. Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan .
b. Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari.
c. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa (Daradjat, 1985)
Kelebihan metode demonstrasi sebagai berikut :
a. Membantu anak didik memahami dengan jelas jalannya suatu proses atu kerja suatu benda.
b. Memudahkan berbagai jenis penjelasan .
c. Kesalahan-kesalahan yeng terjadi dari hasil ceramah dapat diperbaiki melaui pengamatan dan contoh konkret, drngan menghadirkan obyek sebenarnya (Syaiful Bahri Djamarah, 2000).
Kelemahan metode demonstrasi sebagai berikut :
a. Anak didik terkadang sukar melihat dengan jelas benda yang akan dipertunjukkan.
b. Tidak semua benda dapat didemonstrasikan
c. Sukar dimengerti bila didemonstrasikan oleh guru yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan (Syaiful Bahri Djamarah, 2000).
Metode
Discovery
Metode
discovery memiliki kebaikan-kebaikan seperti diungkapkan oleh Suryosubroto
(2002:200) yaitu:
a. Dianggap
membantu siswa mengembangkan atau memperbanyak persediaan dan penguasaan
ketrampilan dan proses kognitif siswa, andaikata siswa itu dilibatkan terus
dalam penemuan terpimpin. Kekuatan dari proses penemuan datang dari usaha untuk
menemukan, jadi seseorang belajar bagaimana belajar itu
b. Pengetahuan
diperoleh dari strategi ini sangat pribadi sifatnya dan mungkin merupakan suatu
pengetahuan yang sangat kukuh, dalam arti pendalaman dari pengertian retensi
dan transfer
c. Strategi
penemuan membangkitkan gairah pada siswa, misalnya siswa merasakan jerih payah
penyelidikannya, menemukan keberhasilan dan kadang-kadang kegagalan,
d. metode
ini memberi kesempatan kepada siswa untuk bergerak maju sesuai dengan
kemampuannya sendiri
e. metode
ini menyebabkan siswa mengarahkan sendiri cara belajarnya sehingga ia lebih
merasa terlibat dan bermotivasi sendiri untuk belajar, paling sedikit pada
suatu proyek penemuan khusus,
f. Metode
discovery dapat membantu memperkuat pribadi siswa dengan bertambahnya
kepercayaan pada diri sendiri melalui proses-proses penemuan. Dapat
memungkinkan siswa sanggup mengatasi kondisi yang mengecewakan
g. Strategi
ini berpusat pada anak, misalnya memberi kesempatan pada siswa dan guru
berpartisispasi sebagai sesame dalam situasi penemuan yang jawaban nya belum
diketahui sebelumnya
h. Membantu
perkembangan siswa menuju skeptisssisme yang sehat untuk menemukan kebenaran
akhir dan mutlak
Kelemahan
metode discovery Suryosubroto (2002:2001) adalah:
a. Dipersyaratkan
keharusan adanya persiapan mental untuk cara belajar ini. Misalnya siswa yang
lamban mungkin bingung dalam usanya mengembangkan pikirannya jika berhadapan
dengan hal-hal yang abstrak, atau menemukan saling ketergantungan antara
pengertian dalam suatu subyek, atau dalam usahanya menyusun suatu hasil penemuan
dalam bentuk tertulis. Siswa yang lebih pandai mungkin akan memonopoli penemuan
dan akan menimbulkan frustasi pada siswa yang lain
b. Metode
ini kurang berhasil untuk mengajar kelas besar. Misalnya sebagian besar waktu
dapat hilang karena membantu seorang siswa menemukan teori-teori, atau
menemukan bagaimana ejaan dari bentuk kata-kata tertentu
c. Harapan
yang ditumpahkan pada strategi ini mungkin mengecewakan guru dan siswa yang
sudahy biasa dengan perencanaan dan pengajaran secara tradisional
d. Mengajar
dengan penemuan mungkin akan dipandang sebagai terlalu mementingkan memperoleh
pengertian dan kurang memperhatikan diperolehnya sikap dan ketrampilan.
Sedangkan sikap dan ketrampilan diperlukan untuk memperoleh pengertian atau
sebagai perkembangan emosional sosial secara keseluruhan
e. dalam
beberapa ilmu, fasilitas yang dibutuhkan untuk mencoba ide-ide, mungkin tidak
ada
f. Strategi
ini mungkin tidak akan memberi kesempatan untuk berpikir kreatif, kalau
pengertian-pengertian yang akan ditemukan telah diseleksi terlebih dahulu oleh
guru, demikian pula proses-proses di bawah pembinaannya. Tidak semua pemecahan
masalah menjamin penemuan yang penuh arti
Metode latihan
keterampilan ( Drill method )
Metode latihan keterampilan adalah suatu metode mengajar , dimana siswa diajak ke tempat latihan keterampilan untuk melihat bagaimana cara membuat sesuatu, bagaimana cara menggunakannya, untuk apa dibuat, apa manfaatnya dan sebagainya. Contoh latihan keterampilan membuat tas dari mute/pernik-pernik.
Kelebihan metode latihan keterampilan sebagai berikut :
a. Dapat untuk memperoleh kecakapan motoris, seperti menulis, melafalkan huruf, membuat dan menggunakan alat-alat.
b. Dapat untuk memperoleh kecakapan mental, seperti dalam perkalian, penjumlahan, pengurangan, pembagian, tanda-tanda/simbol, dan sebagainya.
c. Dapat membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan dan kecepatan pelaksanaan.
Kekurangan metode latihan keterampilan sebagai berikut :
a. Menghambat bakat dan inisiatif anak didik karena anak didik lebih banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan kepada jauh dari pengertian.
b. Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan.
c. Kadang-kadang latihan tyang dilaksanakan secara berulang-ulang merupakan hal yang monoton dan mudah membosankan.
d. Dapat menimbulkan verbalisme.
Metode latihan keterampilan adalah suatu metode mengajar , dimana siswa diajak ke tempat latihan keterampilan untuk melihat bagaimana cara membuat sesuatu, bagaimana cara menggunakannya, untuk apa dibuat, apa manfaatnya dan sebagainya. Contoh latihan keterampilan membuat tas dari mute/pernik-pernik.
Kelebihan metode latihan keterampilan sebagai berikut :
a. Dapat untuk memperoleh kecakapan motoris, seperti menulis, melafalkan huruf, membuat dan menggunakan alat-alat.
b. Dapat untuk memperoleh kecakapan mental, seperti dalam perkalian, penjumlahan, pengurangan, pembagian, tanda-tanda/simbol, dan sebagainya.
c. Dapat membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan dan kecepatan pelaksanaan.
Kekurangan metode latihan keterampilan sebagai berikut :
a. Menghambat bakat dan inisiatif anak didik karena anak didik lebih banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan kepada jauh dari pengertian.
b. Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan.
c. Kadang-kadang latihan tyang dilaksanakan secara berulang-ulang merupakan hal yang monoton dan mudah membosankan.
d. Dapat menimbulkan verbalisme.
Metode Karya
Wisata
Metode karya wisata adalah suatu metode mengajar yang dirancang terlebih dahulu oleh pendidik dan diharapkan siswa membuat laporan dan didiskusikan bersama dengan peserta didik yang lain serta didampingi oleh pendidik, yang kemudian dibukukan.
Kelebihan metode karyawisata sebagai berikut :
a. Karyawisata menerapkan prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran.
b. Membuat bahan yang dipelajari di sekolah menjadi lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan yang ada di masyarakat.
c. Pengajaran dapat lebih merangsang kreativitas anak.
Kekurangan metode karyawisata sebagai berikut :
a. Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak.
b. Memerlukan perencanaan dengan persiapan yang matang.
c. Dalam karyawisata sering unsur rekreasi menjadi prioritas daripada tujuan utama, sedangkan unsur studinya terabaikan.
d. Memerlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap gerak-gerik anak didik di lapangan.
e. Biayanya cukup mahal.
f. Memerlukan tanggung jawab guru dan sekolah atas kelancaran karyawisata dan keselamatan anak didik, terutama karyawisata jangka panjang dan jauh.
Metode karya wisata adalah suatu metode mengajar yang dirancang terlebih dahulu oleh pendidik dan diharapkan siswa membuat laporan dan didiskusikan bersama dengan peserta didik yang lain serta didampingi oleh pendidik, yang kemudian dibukukan.
Kelebihan metode karyawisata sebagai berikut :
a. Karyawisata menerapkan prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran.
b. Membuat bahan yang dipelajari di sekolah menjadi lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan yang ada di masyarakat.
c. Pengajaran dapat lebih merangsang kreativitas anak.
Kekurangan metode karyawisata sebagai berikut :
a. Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak.
b. Memerlukan perencanaan dengan persiapan yang matang.
c. Dalam karyawisata sering unsur rekreasi menjadi prioritas daripada tujuan utama, sedangkan unsur studinya terabaikan.
d. Memerlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap gerak-gerik anak didik di lapangan.
e. Biayanya cukup mahal.
f. Memerlukan tanggung jawab guru dan sekolah atas kelancaran karyawisata dan keselamatan anak didik, terutama karyawisata jangka panjang dan jauh.
Metode
percobaan ( Experimental method )
Metode percobaan adalah metode pemberian kesempatan kepada anak didik perorangan atau kelompok, untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan. Syaiful Bahri Djamarah, (2000)
Metode percobaan adalah suatu metode mengajar yang menggunakan tertentu dan dilakukan lebih dari satu kali. Misalnya di Laboratorium.
Kelebihan metode percobaan sebagai berikut :
a. Metode ini dapat membuat anak didik lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya menerima kata guru atau buku.
b. Anak didik dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan studi eksplorasi (menjelajahi) tentang ilmu dan teknologi.
c. Dengan metode ini akan terbina manusia yang dapat membawa terobosan-terobosan baru dengan penemuan sebagai hasil percobaan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kesejahteraan hidup manusia.
Kekurangan metode percobaan sebagai berikut :
a. Tidak cukupnya alat-alat mengakibatkan tidak setiap anak didik berkesempatan mengadakan ekperimen.
b. Jika eksperimen memerlukan jangka waktu yang lama, anak didik harus menanti untuk melanjutkan pelajaran.
c. Metode ini lebih sesuai untuk menyajikan bidang-bidang ilmu dan teknologi.
Menurut Roestiyah (2001:80) Metode eksperimen adalah suatu cara mengajar, di mana siswa melakukan suatu percobaan tentang sesuatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dievaluasi oleh guru.
Metode percobaan adalah metode pemberian kesempatan kepada anak didik perorangan atau kelompok, untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan. Syaiful Bahri Djamarah, (2000)
Metode percobaan adalah suatu metode mengajar yang menggunakan tertentu dan dilakukan lebih dari satu kali. Misalnya di Laboratorium.
Kelebihan metode percobaan sebagai berikut :
a. Metode ini dapat membuat anak didik lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya menerima kata guru atau buku.
b. Anak didik dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan studi eksplorasi (menjelajahi) tentang ilmu dan teknologi.
c. Dengan metode ini akan terbina manusia yang dapat membawa terobosan-terobosan baru dengan penemuan sebagai hasil percobaan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kesejahteraan hidup manusia.
Kekurangan metode percobaan sebagai berikut :
a. Tidak cukupnya alat-alat mengakibatkan tidak setiap anak didik berkesempatan mengadakan ekperimen.
b. Jika eksperimen memerlukan jangka waktu yang lama, anak didik harus menanti untuk melanjutkan pelajaran.
c. Metode ini lebih sesuai untuk menyajikan bidang-bidang ilmu dan teknologi.
Menurut Roestiyah (2001:80) Metode eksperimen adalah suatu cara mengajar, di mana siswa melakukan suatu percobaan tentang sesuatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dievaluasi oleh guru.
Metode Seminar
Metode seminar adalah suatu kegiatan ilmiah yang
dilakukan oleh beberapa orang dalam suatu sidang yang berusaha membahas /
mengupas masalah-masalah atau hal-hal tertentu dalam rangka mencari jalan
memecahkannya atau mencari pedoman pelaksanaanya.
Kelebihan
metode seminar
· Peserta mendapatkan keterangan teoritis yang luas
dan mendalam tentang masalah yang diseminarkan
· Peserta mendapatkan petunjuk-petunjuk praktis untuk
melaksanakan tugasnya
· Peserta dibina untuk bersikap dan berfikir secara
ilmiah
· Terpupuknya
kerja sama antar peserta
· Terhubungnya
lembaga pendidikan dan masyarakat
Keleemahan Metode Seminar
· Memerlukan
waktu yang lama
· Peserta
menjadi kurang aktif
· Membutuhkan
penataan ruang tersendiri
Metode Kerja Kelompok
Metode kerja kelompok adalah suatu cara menyajikan bahan pelajaran dengan
menyuruh pelajar (setelah dikelompok-kelompokkan) mengerjakan tugas tertentu
untuk mencapai tujuan pengajaran. Merka bekerja sama dalam memecahkan masalah
atau melaksanakan tugas.
Kelebihan metode kerja kelompok
· Para
siswa lebih aktif tergabung dalam pelajaran mereka
· Memungkinkan
guru untuk lebih memperhatikan kemampuan para siswa
· Dapat
memberikan kesempatan pada para siswa untuk lebih menggunakan ketrampilan
bertanya dalam membahas suatu masalah
· Mengembangkan
bakat kepemimpinan para siswa serta mengerjakan ketrampilan berdiskusi
Kelemahan metode kerja kelompok
· Kerja
kelompok terkadang hanya melibatkan para siswa yang mampu sebab mereka cakap
memimpin dan mengarahkan mereka yang kurang
· Keberhasilan
strategi ini tergantung kemampuan siswa memimpin kelompok atau untuk bekerja
sendiri-sendiri
· Kadang-kadang
menuntut pengaturan tempat duduk yang berbeda-beda dan daya guna mengajar yang
berbeda pula
Metode Kerja Lapangan
Metode kerja lapangan merupakan metode mengajar dengan mengajak siswa
kedalam suatu tempat diluar sekolah yang bertujuan tidak hanya sekedar
observasi atau peninjauan saja, tetapi langsung terjun turut aktif ke lapangan
kerja agar siswa dapat menghayati sendiri serta bekerja sendiri didalam
pekerjaan yang ada dalam masyarakat.
Kelebihan metode kerja lapangan
·
Siswa
mendapat kesemmpatan untuk langsung aktif bekerja dilapangan sehingga
memperoleh pengalaman langsung dalam bekerja
·
Siswa
menemukan pengertian pemahaman dari pekerjaan itu mengenai kebaikan maupun
kekurangannya
Kelemahaan metode kerja lapangan
·
Waktu
terbatas tidak memungkinkan memperoleh pengalaman yang mendalam dan penguasaan
pengetahuan yang terbatas
·
Untuk
kerja lapangan perlu biaya yang banyak. Tempat praktek yang jauh dari sekolah
shingga guru perlu meninjau dan mepersiapkan terlebih dahulu
·
Tidak
tersedianya trainer guru/pelatih yang ahli
Student Teams – Achievement Divisions (STAD)
Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota lain sampai mengerti.
Langkah-langkah:
1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll.).
2. Guru menyajikan pelajaran.
3. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. Anggota yang tahu menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.
4. Guru memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu.
5. Memberi evaluasi.
6. Penutup.
Kelebihan:
1. Seluruh siswa menjadi lebih siap.
2. Melatih kerjasama dengan baik.
Kekurangan:
1. Anggota kelompok semua mengalami kesulitan.
2. Membedakan siswa.
Siswa dikelompokkan secara heterogen kemudian siswa yang pandai menjelaskan anggota lain sampai mengerti.
Langkah-langkah:
1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll.).
2. Guru menyajikan pelajaran.
3. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. Anggota yang tahu menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.
4. Guru memberi kuis / pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu.
5. Memberi evaluasi.
6. Penutup.
Kelebihan:
1. Seluruh siswa menjadi lebih siap.
2. Melatih kerjasama dengan baik.
Kekurangan:
1. Anggota kelompok semua mengalami kesulitan.
2. Membedakan siswa.
Metode Inquiry
Metode inquiry adalah teknik pengajaran guru didepan kelas dimana guru
membagi tugas meneliti suatu masalah ke kelas. Siswa dibagi menjadi beberapa
kelompok dan masing-masing kelompok mendapat tugas tertentu yang harus
dikerjakan. Kemudian mereka mempelajari, meneliti, dan membahas tugasnya
didalam kelompok kemudian dibuat laporan yang tersusun baik dan kemudian
didiskusikan secara luas atau melalui pleno sehingga diperoleh kesimpulan
terakhir.
Kelebihan metode inquiry
·
Mendorong
siswa untuk berfikir dan atas inisiatifnya sendiri, bersifat obyektif, jujur,
dan terbuka
·
Situasi
proses belajar menjadi lebih merangsang
·
Dapat
membentuk dan mengembangkan sel consept pada diri siswa
·
Membantu
dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi belajar yang baru
·
Mendorong
siswa untuk berffikir intuitif dan merumuskan hipotesanya sendiri
Kelemahan metode inquiry
·
Siswa
perlu memerlukan waktu menggunakan daya otaknya untuk berfikir memperoleh
pengertian tentang konsep
Metode Simulasi
Metode simulasi merupakan cara mengajar dimana menggunakan tingkah laku
seseorang untuk berlaku seperti orang yang dimaksudkan dengan tujuan agar orang
dapat menghindari lebih mendalam tentang bagaimana orang itu merasa dan berbuat
sesuatu dengan kata lain siswa memegang peranaan sebagai orang lain.
Kelebihan metode simulasi
·
Dapat
menyenangkan siswa
·
Menggalak
guru untuk mengembangkan kreatifitas siswa
·
Eksperimen
berlangsung tanpa memerlukan lingkungan yang sebenarnya
·
Mengurangi
hal-hal yang verbalistik
·
Menumbuhkan
cara berfikir yang kritis
Kelemahan metode simulasi
·
Efektifitas
dalam memajukan belajar siswa belum dapat dilaporkan oleh riset
·
Terlalu
mahal biayanya
·
Banyak
orang meragukan hasilnnya karena sering tidak diikutsertakan elemen-elemen
penting
·
Menghendaki
pengelompokan yang fleksibel
·
Menghendaki
banyak imajinasi dari guru dan siswa
Metode Problem Solving
Metode problem solving merupakan metode yang merangsang berfikir dan
menggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pendapat yang disampaikan oleh siswa.
Seorang guru harus pandai-pandai merangsang siswanya untuk mencoba mengeluarkan
pendapatnya.
Kelebihan metode problem solving
·
Masing-masing
siswa diberi kesempatan yang sama dalam mengeluarkan pendapatnya sehingga para
siswa merasa lebih dihargai dan yang nantinya akan menumbuhkan rasa percaya
diri
·
Para
siswa akan diajak untuk lebih menghargai orang lain
·
Untuk
membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan lisannya
Kelemahan metode problem solving
·
Karena
tidak melihat kualitas pendapat yang disampaikan terkadang penguasaan materi
sering diabaikan
·
Metode
ini sering kali menyulitkan mereka yang sungkan mengutarakan pendapat secara
lisan
Metode TGT
(Teams Games Tournament)
Penerapan
model ini dengan cara mengelompokkan siswa heterogen, tugas tiap kelompok bisa
sama bisa berbeda. Setelah memperoleh tugas, setiap kelompok bekerja sama dalam
bentuk kerja individual dan diskusi. Usahakan dinamikia kelompok kohesif dan
kompak serta tumbuh rasa kompetisi antar kelompok, suasana diskuisi nyaman dan
menyenangkan sepeti dalam kondisi permainan (games) yaitu dengan cara guru
bersikap terbuka, ramah , lembut, santun, dan ada sajian bodoran. Setelah
selesai kerja kelompok sajikan hasil kelompok sehuingga terjadi diskusi kelas.
Jika waktunya
memungkinkan TGT bisa dilaksanakan dalam beberapa pertemuan, atau dalam rangaka
mengisi waktu sesudah UAS menjelang pembagian raport. Sintaknya adalah sebagai
berikut:
a. Buat kelompok
siswa heterogen 4 orang kemudian berikan informasi pokok materi dan \mekanisme
kegiatan
b. Siapkan meja
turnamen secukupnya, missal 10 meja dan untuk tiap meja ditempati 4 siswa yang
berkemampuan setara, meja I diisi oleh siswa dengan level tertinggi dari tiap
kelompok dan seterusnya sampai meja ke-X ditepati oleh siswa yang levelnya
paling rendah. Penentuan tiap siswa yang duduk pada meja tertentu adalah hasil
kesewpakatan kelompok.
c. Selanjutnya
adalah opelaksanaan turnamen, setiap siswa mengambil kartu soal yang telah disediakan
pada tiap meja dan mengerjakannya untuk jangka waktu terttentu (misal 3 menit).
Siswa bisda nmngerjakan lebbih dari satu soal dan hasilnya diperik\sa dan
dinilai, sehingga diperoleh skor turnamen untuk tiap individu dan sekaligus
skor kelompok asal. Siswa pada tiap meja tunamen sesua dengan skor yang
dip[erolehnay diberikan sebutan (gelar) superior, very good, good, medium.
Bumping, pada turnamen kedua ( begitu juga untuk turnamen ketiga-keempat dst.),
dilakukan pergeseran tempat duduk pada meja turnamen sesuai dengan sebutan
gelar tadi, siswa superior dalam kelompok meja turnamen yang sama, begitu pula
untuk meja turnamen yang lainnya diisi oleh siswa dengan gelar yang sama.
e. Setelah
selesai hitunglah skor untuk tiap kelompok asal dan skor individual, berikan
penghargaan kelompok dan individual.
Kelebihan
metode TGT (Teams Games Tournament)
· Melatih
siswa untuk bekerjasama dalam kelompok diskusi
· Suasana
belajar nyaman, menyenagkan dan kondusif
· Tercipta
suasana kompetisi antara kelompok diskusikecil
Kelemahan
metode TGT (Teams Games Tournament)
· Tidak
efisien waktu
· Hanya
dilaksanakan pada luang waktu selasai UAS
· Belajarnya
kurang efektif karena hanya bersifat games
Metode Berbasis Masalah (PBL, Problem Based Learning)
Kehidupan adalah identik dengan menghadapi masalah. Model pembelajaran ini
melatih dan mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang
berorientasi pada masalah otentik dari kehidupan aktual siswa, untuk merangsang
kemamuan berpikir tingkat tinggi. Kondisi yang tetap harus dipelihara adalah
suasana kondusif, terbuka, negosiasi, demokratis, suasana nyaman dan
menyenangkan agar siswa dapat berpikir optimal.
Indikator model pembelajaran ini adalah metakognitif, elaborasi (analisis),
interpretasi, induksi, identifikasi, investigasi, eksplorasi, konjektur,
sintesis, generalisasi, dan inkuiri
Kelebihan metode
Berbasis masalah (PBL, Problem Based Learning)
· Melatih
siswa untuk berlatih menyelesaikan masalh dalam kehidupan sehari- hari
· Merangsang
kemamuan berpikir tingkat tinggi siswa
· Suasana
kondusif, terbuka, negosiasi, demokratis, suasana nyaman dan menyenangkan agar
siswa dapat berpikir optimal
Kekurangan metode Berbasis masalah (PBL, Problem Based Learning)
· Sulitnya
membentuk watak siswa dan pembiasaan tingkah laku
Metode Problem Terbuka (OE, Open Ended)
Pembelajaran dengan problem (masalah) terbuka artinya pembelajaran yang
menyajikan permasalahan dengan pemecahan berbagai cara (flexibility) dan
solusinya juga bisa beragam (multi jawab, fluency). Pembelajaran ini melatih
dan menumbuhkan orisinilitas ide, kreativitas, kognitif tinggi, kritis,
komunikasi-interaksi, sharing, keterbukaan, dan sosialisasi. Siswa dituntuk
unrtuk berimprovisasi mengembangkan metode, cara, atau pendekatan yang
bervariasi dalam memperoleh jawaban, jawaban siswa beragam. Selanjutynya siswa
juga diminta untuk menjelaskan proses mencapai jawaban tersebut. Denga demikian
model pembelajaran ini lebih mementingkan proses daripada produk yang akan
membentiuk pola pikir, keterpasuan, keterbukaan, dan ragam berpikir.
Sajian masalah haruslah kontekstual kaya makna secara matematik (gunakan
gambar, diagram, table), kembangkan permasalahan sesuai dengan kemampuan
berpikir siswa, kaitakkan dengan materui selanjutnya, siapkan rencana
bimibingan (sedikit demi sedikit dilepas mandiri).
Sintaknya adalah menyajikan masalah, pengorganisasian pembelajaran,
perhatikan dan catat respon siswa, bimbingan dan pengarahan, membuat
kesimpulan.
Kelebihan metode Problem Terbuka (OE, Open Ended)
· melatih
dan menumbuhkan orisinilitas ide, kreativitas, kognitif tinggi, kritis,
komunikasi-interaksi, sharing, keterbukaan, dan sosialisas
· Siswa
dituntuk unrtuk berimprovisasi mengembangkan metode, cara, atau pendekatan yang
bervariasi dalam memperoleh jawaban, jawaban siswa beragam
Kekurangan metode Problem Terbuka (OE, Open Ended)
· Terlalu
mementingkan proses daripada produk yang akan membentiuk pola pikir,
keterpasuan, keterbukaan, dan ragam berpikir.
Cooperative
Integrated Reading and Composition (CIRC)
Pada metode ini siswa dibentuk kelompok untuk memberikan tanggapan terhadap wacana/ kliping.
Langkah-langkah:
1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen.
2. Guru memberikan wacana / kliping sesuai dengan topik pembelajaran.
3. Siswa bekerjasama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana / kliping dan ditulis pada lembar kertas.
4. Mempresentasikan / membacakan hasil kelompok.
5. Guru membuat kesimpulan bersama.
6. Penutup.
Kelebihan:
1. Siswa dapat memberikan tanggapannya secara bebas.
2. Dilatih untuk dapat bekerjasama dan menghargai pendapat orang lain.
Kekurangan:
Pada saat presentasi hanya siswa yang aktif yang tampil.
Pada metode ini siswa dibentuk kelompok untuk memberikan tanggapan terhadap wacana/ kliping.
Langkah-langkah:
1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen.
2. Guru memberikan wacana / kliping sesuai dengan topik pembelajaran.
3. Siswa bekerjasama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana / kliping dan ditulis pada lembar kertas.
4. Mempresentasikan / membacakan hasil kelompok.
5. Guru membuat kesimpulan bersama.
6. Penutup.
Kelebihan:
1. Siswa dapat memberikan tanggapannya secara bebas.
2. Dilatih untuk dapat bekerjasama dan menghargai pendapat orang lain.
Kekurangan:
Pada saat presentasi hanya siswa yang aktif yang tampil.
Cooperative
Script
Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari.
Langkah-langkah:
1. Guru membagi siswa untuk berpasangan.
2. Guru membagikan wacana / materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan.
3. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar.
4. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar menyimak / mengoreksi / menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat / menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya.
5. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya, serta lakukan seperti di atas.
6. Kesimpulan guru.
7. Penutup.
Kelebihan:
1. Melatih pendengaran, ketelitian / kecermatan.
2. Setiap siswa mendapat peran.
3. Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan.
Kekurangan:
1. Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu.
2. Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut).
Skrip kooperatif adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari.
Langkah-langkah:
1. Guru membagi siswa untuk berpasangan.
2. Guru membagikan wacana / materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan.
3. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar.
4. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar menyimak / mengoreksi / menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap dan membantu mengingat / menghapal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya.
5. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya, serta lakukan seperti di atas.
6. Kesimpulan guru.
7. Penutup.
Kelebihan:
1. Melatih pendengaran, ketelitian / kecermatan.
2. Setiap siswa mendapat peran.
3. Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan.
Kekurangan:
1. Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu.
2. Hanya dilakukan dua orang (tidak melibatkan seluruh kelas sehingga koreksi hanya sebatas pada dua orang tersebut).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar