Senin, 05 Januari 2015

Mari belajar ... berbicara

PROTOKOL  ACARA  AKAD  NIKAH
1.       Sekapur Sirih (Pemandu Acara)
Assalamualaikum wr.wb.
Alahamdulillahi rabbil alamin
Walakibatulmuttaqin
Wasalatu wassalam u ala asyrafil anbiya wal mursyalin

2.       kualambawang asalnya  kita                                                                                                                      terletak di tepi sungai bercabang tiga                                                                                                              izinkan saya berucap kata                                                                                                                                                                                sebagai ungkapan rasa gembira

Encik –encik
Puan-puan
Tuan-tuan
Yang kecil tak disebutkan nama
Yang besar tak dihimbau gelar
Yang datuk dengan kuasanya
Yang penghulu dengan hulunya
Yang Alim Ulama dengan berkitabullahnya
Yang cerdik dengan ilmunya
Yang Tua dengan tuahnya
YanG Muda dengan gagahnya

3.       memang begitu adanya cicin suasa                                                                                                                      tidak  sama dengan cicin emasprada                                                                                                                        memang begitu adanya adat kita                                                                                                                      Sapah sambut telah menjadi adat budaya

Kabar dah bendang kelangit
Berita dan rebak kebumi
Isik-isik lah berbunyi
Karena itulah….
Encik-encik, puan-puan, bapak-bapak, ibu-ibu
Kami jemput kami silakan
Meringan langkah ketempat ini
Berhimpun papat kita disini

Kedatangan
Encik-encik
Puan-puan dan Tuan-tuan
Kami tunggu dengan dada yang lapang
Kami sambut dengan muka yang jernih
Kami terima dengan hati yang suci



Untuk semua itu
Atas nama keluarga besar  Bapak  Sofiyandi
Saya sampaikan takniah dan setinggi-tinggi terima kasih
Semoga allah swt membalas budi baik
Encik –encik, puan-puan dan tuan-tuan sekalian

Namun dalam pada itu
Entah terdapat salah dan janggal
Dalam menyambut kedatangan
Encik-encik
Paun-puan dan Tuan-tuan
Entah terseralah adab dan cakap
Mungkin tersalah letak dan tegak
Misalnya
Yang patut tak dipatutkan
Yang patut disebut tak tersebutkan
Yang tua tak dituakan
Yang Alim Ulama tak dimuliakan
Yang beradat tak diadatkan
Yang bergelar tidak disebut gelar
Yang dahulu dikemudiankan
Kami mohon beribu mohon
Kami mohon beribu ampun dan mohon.
Dari jauh kami menunjung duli
Dari dekat kami mengangkat sembah
Dengan menyusun sepuluh jari
Mohon maaf beribu maaf
Telah dibidalkan oleh orang tua-tua
Telah dipantun yang bijak seni
Tak ada tebu yang tak beruas
Tak ada kayu yang tak berbongkol
Tak ada sungai yang tak bersampah
Tak ada gading yang tak retak
Tak ada manusia yang tak bersifat khilaf



Encik-encik. Puan-puan dan tuan-tuan
Besar langsat ditepi busut
Besar tak muat didalam peti
Besarlah hajat kami menjemput
Menjadi saksi perkawinan saudara kami

Sudah lama mengikat tudung
Baru kini diampaikan
Sudah lama niat dikandung
Barulah kini disampaikan

Sebagaimana yang tertera dalam jemputan atau undangan kami :hari ini tgl 5 Januari 2014 di rumah kediaman ahli bait bapak  Sofiyandi  sekeluarga . Marilah kita ikuti dengan seksama prosesi  acara ini dari awal hingga akhir nanti,
Encik-encik. Puan-puan dan tuan-tuan
Untuk dapat sedikit menghemat waktu
Baiklah Kita sama-sama mengikuti  acara selanjutnya, ……

Mencari lauk di pasar ikan
makan malam pakai pelita
Mari kita sama dengarkan
Kedua utusan mempelai berbalas kata
Kepada pak cik bedua  sebagai utusan dari kedua belah pihak disilekan……..

Masalah kecik jangan disepelekan
Tak betul  menyelesaikannya bisa kronis
Pak cik bedua dengan hormat disilekan
Tuk menyerahkan dan menerima antaran secara simbolis
Silekan Pak cik….

2. belum matahari timbul azan dah dikumandangkan
Berwudhu dimuka sampai ke dahi
Sebelum acara ijab Kabul dilangsungkan
Mari kita dengar bersama pembacaan kalam Ilahi
Kepada adik kami yang bernama ………………………………...sebagai pembaca ayat suci dan adik kami ……………………………………sebagai penterjemah kami persilekan.



4.       Telah kite simak bersame dengan  penuh hikmat pembacaan kalam ilahi,kini sampailah kita pada acara yang kita tuggu-tunggu bersame ……………..
ijab kabul Abang saye JAKA WIGUNA ATMA NEGARA
 Dengan KAKA SAYE ROHAYTI  Akan kita saksikan sebentar lagi.

Ikan sepat ikan gabus
Enak disalai lalu dimakan
Pak penghulu nampaknya makin cepat makin bagus
Karena mempelai kita nampak tak tahan
Kepada pak penghulu kami persilekan(sampai selesai prosesi akad nikah)

4. Sekejab timbul  pantun dan bidal
Sila terkatup mendengar kannya
Ijab Kabul menjadi abdal
Bila ditutup dengan doa kita semuanye
Kepada ……………………………..dipersilekan untuk memimpin doa ini.

5. Pelepah daun pinang dibuat selancar
Dirajut diukur  untuk dimainkan dilibur pekan
Akad nikah Alhamdulillah berlangsung lancar
Selanjutnya acara cucur mawar mari saksikan
(Menyebutkan nama-nama masing-masing perwakilan)

6. Serumpun buah di atas dahan
Ranum nampaknya  enak dimakan
Meskipun doa telah dipanjatkan kehadirat Tuhan
Namun restu kedua orang tua jangan pernah dilupakan
 hadirin sekalian kini marilah kita ikuti bersama  acara Sembah sujud pada orang tua ini dengan penuh hikmat(sungkeman)

7. Acara Istirahat
Bermain gendang dengan kecapi
Berdendang penari dengan hentakkan
Segenap undangan silakan cicipi
Hidangan sederhana yang telah kami siapkan
 (kepada encik-encik puan-puan ……………..kami persilekan)

8. Penutup Kata :
Encik-encik
Puan-puan
Tuan-tuan
Sebelum
Encik-encik
Puan-puan
Tuan-tuan
Undangan, jemputan kami yang mulia meninggalkan tempat ini
Perkenankanlah saya terlebih dahulu
Menutup acara ini
Dengan sekali lagi memohon maaf dan ampun
Sebab selama kami memandu acara ini
Entah kami tersalah tingkah
Entah kami tersalah langkah
Entah kami tersalah sapa
Entah hidangan kami terasa hampa
Entah penganan kurang rasa
Entah tempat tidak bersifat
Entah adat tidak bertempat
Kini……..
Encik-encik
Puan-puan
Tuan-tuan
Kami lepas dengan muka yang jernih
Kami iringi dengan doa tulus
dan selawat penuh berkat
Muda-mudahan
Cahaya sampai kepintu
Seri tampak kemuka
Tuah mengikuti sepanjang jalan
Tak ada batang nan melintang
Tak ada rumput yang menjungkat
Tak ada onak yang masuk menusuk
Taka ada tanah yang bertingkah
Sebagai mana datang
Begitu pula saat pulang
Kami jemput kami antarkan
Kemimpinjam kami kembalikan
Kami jemput dengan destar
Kami antar dengan sembah
Kami pinjam dengan tepak
Kami  rangkai dengan doa
Itulah ucap kata hati
Itulah isi hati kami
Encik-encik
Puan-puan
Tuan-tuan yang mulia dan berhormat

Kalau ada sumur diladang, bolehlah kami menompang mandi
Kalau ada umur kita panjang, lain waktu berjumpa lagi
Kalau ada jarum yang patah jangan disimpan didalam peti
Kalau ada silap dan salah mohon maaf setulus hati……….
Kalau ada jarum yang patah jangan di simpan di dalm kain
Kalau ada perbuatan saye yang salah jangan ceri ke oranglain.


Akhir kita….. wabillahitaufiq wal hidayah……….
Wassalamu’alaikum warahmatullahhi wabarakatuh.

















6. SUNGKEMAN
Kepada Ibu Kandung

Ibu, ijinkan kami kali ini tuk bersimpuh di pangkuanmu, tuk sekali lagi merasakan kasihsayangmu, tuk melebur kesalahan yang pernah kami lakukan kepadamu, untuk kembali memohon do'a dan restumu. Ibu, masih tergambar jelas dalam ingatanmu, perjalanan kehidupan kami sejak engkau mengandung kami. 9 bulan, bukanlah waktu yang singkat saat kau harus merasakan kepayahan, keletihan dan kesakitan. 9 bulan Ibu….. Belum hilang pula dari ingatanmu, suatu kondisi antara hidup dan mati, sakit yang tiada tara, cucuran keringat dan air mata, bercampur dengan haru dan bahagia, saat engkau melahirkan kami…. melahirkan kami…. Kemudian, entah berapa malammu yang hilang, siangmu yang gersang, waktumu yang terbuang, saat engkau harus menjaga kami, mendidik kenakalan- kenakalan kami, merawat sakit kami… Ibu, kesabaran, ketabahan dan pengorbananmu menghadapi kami, bagaikan ombak yang tak pernah jera menerjang karang, untuk kami putra putrimu, harapanmu… Ibu. Dan kini kami tlah dewasa Ibu, Ketika belum dapat kami memberikan senyuman di bibirmu, memberikan binar kebahagiaan di matamu atau berbakti atas segala jasa - jasamu…. Hari ini kami akan memulai Sunnah Rosul Mulia, dalam sebuah bahligai rumah tangga, Ibu, Ajari kami tuk mencinta, cinta yang bermuara pada Allah semata. Bimbing kami tuk bersabar, kesabaran yang tak lekang diterpa cobaan, arahkan kami tuk memahami, kefahaman kehidupan sesuai risalah Islam yang hakiki. Dan janganlah untuk engkau lelah dalam mendoakan kami, do'a yang menguatkan ikatan, do'a yang meneguhkan kesabaran, do'a yang mengikhlaskan pengorbanan, yaitu do'a dalam sujud-sujud panjang tahajudmu, agar kami bisa menggapai sakinah, mawaddah, warahmah, karena..senyuman kebahagiaan kami
adalah senyuman kebahagiaanmu juga.
Terimalah sepenggal puisi dariku untukmu ibu …………….
Sepenggal doa buat ibu tercinta
Ibu……
Sembilan bulan engkau sanggup berbadan dua
Guna memanggul amanah titipan allah
Tanpa suara berkeluh kesah
Berharap kehadiran buah hati belahan jiwa

Ibu……demi cinta
Engkau rela bertaruh nyawa
Bermandi keringgat berpeluh darah
Berjuang sekuat daya
Tuk pertontonkan padaku wajah dunia

Ibu…..demi diriku
Engkau sanggup berkorban rasa
Melintas waktu denggan berjaga
Renta tubuhmu sebelum tua
Merawat diriku jiwa dan raga  Sejak bisu sampai bicara
Tanpa berharap balas dan jasa
Sudalah pantas aku meminta
Kepada sang khalik penguas semesta
Tuk balas kasimu ibu tercinta
Kupanjatkan puja sepenggal doa
Penggampunan dosa selamat di dunia
Abadi bahagiamu di dalam surga

Kepada Bapak Kandung
Begitu pula kami Bapak, kini kami bersimpuh dipangkuanmu, sebagai tanda bakti kami atas pengorbananmu, sebagai permohonan kami untuk do'a dan restumu. Ayah, walau apapun yang kami lakukan. .. tak kan pernah dapat mengobati penat dan lelahmu, tak kan pernah dapat membayar cucuran keringatmu, tak kan pernah daapt menggantikan siang dan malammu, ketika engkau harus menafkahi kami, dengan nafkah yang halalan toyiban, nafkah yang mencari keridloan, nafkah yang menghasilkan senyuman, untuk kami putra putrimu…bahkan disaat sakitmu ayah, engkau tetap bersemangat melangkah mencari maisyah. Ayah, kami tahu bahwa semua keikhlasan pengorbananmu itu, karena ingin melihat senyuman di wajah kami, riang gembira dalam canda kami, dan kesuksesan dalam masa depan kami. Dan kini ayah…ketika belum sempat kami mengobati penat dan lelahmu, memberikan senyuman di bibirmu atau memberikan binar kebahagiaan di wajahmu sebagai tanda bakti kami kepadamu. Kini…kami harus merepotkanmu… karena kami akan menapaki bahtera rumah tangga, ayah, kumohon kembali do'a restumu, kumohon selalu bimbingan dan arahanmu. Bekali kami tuk memiliki tangan-tangan kokoh seperti tanganmu, tekad-tekad baja seperti tekadmu. Bimbing kami agar kuat memikul beratnya tanggung jawab, arahkan kami agar tidak salah jalan dalam melangkah, didik kami agar selalu dekat dengan Robbul Izzati dan do'akan kami agar bisa menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat…karena kebahagiaan kami adalah kebahagiaanmu juga dan senyuman kami hakikatnya adalah senyumanmu juga….

Kepada Ibu Mertua

Ibu mertua, Ini adalah persimpuhan pertama kami di pangkuanmu, ketika kami telah menjadi putra- putrimu, ketika kami telah masuk ke dalam kehidupanmu, ketika kami telah menjadi bagian dari keluargamu. Harapan kami kepadamu, jangan anggap kami orang lain bagimu, Jangan bedakan kami dengan anak-anak kandungmu. Samakan perlakuanmu seperti kepada mereka. Dukung kami saat kami melangkah dalam kebenaran, ingatkan kami jika melangkah menuju jurang kesalahan. Ibu, dihari pertama kami menjadi putra-putrimu, kami memohon bimbingan dan arahanmu, kami memohon do'a dan restumu. Karena pada hari ini kami telah berikrar untuk mengarungi samudra rumah tangga, menapak jejak rosul mulia. Ibu, Ajari kami tentang kasih sayang, kasih sayang yang tak lekang dimakan usia, bimbing kami tuk bersabar, kesabaran yang seluas samudra, arahkan kami tuk menguatkan ikatan, ikatan pernikahan dalam bingkai ibadah. Ibu, beritahu kami dengan budaya keluargamu, ajari kami dengan adat istiadatmu, agar kami bisa beradaptasi dalam keluarga besarmu. Dan tak lupa kami mohon do'a restumu, do'akan kami agar bisa menggapai sakinah, mawaddah warahmah.


Kepada Ayah Mertua

Begitu pula kami Ayah mertua, kini kami bersimpuh pula dipangkuanmu. Saat telah sah menjadi putra- putrimu, saat telah berijin untuk masuk ke dalam kehidupanmu, saat telah resmi menjadi bagian dari keluargamu. Jangan bedakan kami dengan anak-anakmu yang lain. Samakan kami dengan mereka dalam perlakuan maupun perkataan. Dukung kami kalau kami benar, ingatkan kami kalau kami salah dan bila perlu marahilah kami. Ayah, ajari kami tentang kerasnya kehidupan, pedihnya cobaan, dan kuatnya kesabaran. Bimbing kami tuk menumbuhkan kasih sayang diantara kami. Ajari kami cara terbaik tuk mendidik putra putri kami kelak, ajari kami tuk bermuamalah dengan keluarga besarmu ... keluarga yang kini telah menjadi bagian kami juga. Kokohkan tekad kami dalam memikul tanggung jawab. Dan selalulah do'akan kami agar dapat menggapai sakinah mawaddah warahmah. Do'akan kami agar mendapatkan keberkahan hidup dari pernikahan ini. Karena kebahagiaan kami adalah kebahagiaanmu juga.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar